Salam kasih Kerana Allah

Salam kasih Kerana Allah
Assalamualaikum wbt - Sekadar Berkongsi Ilham dan Pengalaman

Wednesday, June 29, 2016

Suami Isteri Saling Melengkapi

بسم الله الر حمن الر حيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Saya kutip dan tempelkan ulasan-ulasan ini untuk tatapan diri saya dan kita bersama. Baik suami atau isteri masing-masing punya tanggung-jawabnya. Suami adalah pemimpin kepada keluarga yang menakhodai bahtera rumah-tangganya. Jika kepimpinannya tidak dilayar dengan betul maka bahtera tersebut mungkin karam, bercerai-berai atau tidak bahagia. 

Bukan juga tanggung-jawab tersebut diletakkan di bahu suami semata-mata tetapi kedua-dua suami isteri memikul tugas mengikut kemampuan diri untuk mencapai redha Allah Taala. 
Bahagia tidak akan dapat dikecap, jika tidak ada sepakat. Pernikahan tidak juga untuk kenikmatan dunia semata-mata. Akhirat perlu diambil kira sebagai keutamaan.

Jelasnya sekalipun tanggung-jawab itu diibaratkan berat kepada pihak suami, namun kerukunan rumah-tangga perlu dididik dengan memahami nilai-nilai kekeluargaan dengan sebenar-benarnya. Ia perlu diteroka dengan menggunakan sudut yang luas antara manusia dengan manusia disamping mentaati syari'at Allah Taala. Antara suami dan isteri perlu mempunyai kepahaman yang jelas tentang ini.

Zahir yang wajar dijaga.
Batin yang dipenuhi iman bagi melaksanakan amanah dengan sempurna.
Bagi saya, perkahwinan itu persahabatan yang sangat dikasihi Allah. Persahabatan yang telus yang tidak ada dalam mana-mana organisasi atau sosial hidup. Hanya melalui rumah- tangga yang penuh dengan mawaddah, rahmah dan sakinah maka persahabatan yang terjalin di antara sesama keluarga menjadi sangat indah.



Allah Taala berfirman, yang ertinya:
“Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara sebaik-baiknya.” (An Nisa 19)
Dan Allah berfirman lagi:
‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya.”
(Al Baqarah : 228)


Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda pada waktu haji wada (perpisahan) setelah baginda memuji Allah dan menyanjung-Nya serta menasihati para hadirin yang ertinya :
‘Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk berbuat baik kepada para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dapat diumpamakan kawanmu yang berada di sampingmu, kamu tidak dapat memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yang keji yang jelas (membangkang atau tidak taat) maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Kalau isteri isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka.
Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu dan sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dinmu Kemudian kewajiban isteri isteri terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh mengizinkan masuk ke rumahmu orang yang kamu benci.
Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dengan baik dalam soal pakaian dan makanan mereka.
(Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda yang ertinya :
“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).”
(Riwayat Abu Daud)

Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi perempuan dengat mas kawin sedikit atau banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kernudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina.”

Nabi SAW bersabda yang bermaksud
“Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempuma imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya)."


Nabi SAW bersabda yang bermaksud :
“Orang-orang yang terbaik dari kamu sekalian ialah mereka yang lebih baik dalam mempergauli keluarganya dan saya adalah orang yang terbaik dan kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku.”
(Riwayat lbnu Asakir)


Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud:
“Barang siapa yang sabar alas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub a.s kerana sabar atas ujian-Nya.”
Dugaan ke alas Nabi Ayub ada empat hal:
Habis harta bendanya.
Meninggal dunia semua anaknya.
Hancur badannya.
Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya bernama Rahmah

Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiah isteri Firaun.

Al Habib Abdullah Al Haddad berkata:
“Seorang lelaki yang sempurna adalah dia yang mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya dan tidak mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Dan seorang lelaki yang kurang ialah dia yang bersifat sebaliknya.”

Maksud dan penjelasan ini ialah seorang suami yang bersikap sudi memaafkan jika isterinya tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tidak melakukan solat atau puasa dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Dan seorang suami yang bersikap keras jika isterinya tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi bersikap acuh tak acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada Allah seperti solat, puasa dan lain-lain, dia seorang suami yang kurang.

Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (mengingatkannya dengan nada yang lembut/halus) dan menafkahinya sesuai kemampuannya dan berlaku tabah (jika disakiti oleh isterinya) dan bersikap halus kepadanya dan mengarahkannya ke jalan yang baik dan mengajamya hukum-hukum agama yang perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid dan ibadah-ibadah yang wajib atau yang sunat.

Allah Taala berfirman yang bermaksud:
‘Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka.”
(At Tahnm : 6)
Ibnu Abbas berkata:
“Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka.” 

Dan Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: "Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya la bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab atas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang lelaki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, la bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (Muttallaq ‘alaih).


Nabi SAW bersabda yang bermaksud: ‘Takutlah kepada Allah dalam memimpin isteri-isterimu , kerana sesungguhnya mereka adalah amanah yang berada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan solat kepada isterinya dan tidak mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Allah Taala berfirman yang ertinya :
“Perintahkanlah keluargamu agar melakukan solat.” (Thaha:132)’


Diceritakan dan Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang ertinya : “Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah Swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya.”



Semoga kita beroleh rahmat Allah serta diberikan hidayah untuk memahami segala ilmu-Nya. 
Allahumma Solli'ala Saiyyidina Muhammad. Ameen.

Wallahu'alam.

Wednesday, May 25, 2016

Kalau Tak Suka

بسم الله الر حمن الر حيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Adat hati kita, kalau kita tak suka kita suka mendengus dan marah. Bila perangai orang lain agak tidak 'masuk' dalam kehendak kita, mulalah kita memerli dan buat orang tersebut sakit hati. Apa sahaja yang dibuat oleh orang yang tidak kita suka itu semuanya serba tak kena, walaupun tindakkannya baik. Yang lebih jelik, kita ajak pula serombongan kawan-kawan kita untuk membenci orang yang tidak kita suka. Walhal, mungkin salahnya cuma sedikit, tetapi kita lihat dengan hati kita yang benci, maka semuanya jadi buruk dan silap!


Benarlah ada kalimat bijak menasihatkan : "Menegur atas dasar kebencian,ada saja salahnya.. natijahnya lebih memburukkan.Menegur atas dasar cinta, kesannya lama kadang berkekalan hingga ke sana."


Maksudnya, kalau sudah hati kita tak suka, kita mungkin menegurnya tetapi ikhlasnya tiada. Teguran kita membuatkan orang yang kita benci itu terluka, sebab kita nak puaskan rasa hati kita. Ia lebih memudharatkan perhubungan kita. Nak pulak sesama muslim.


Rasul kesayangan kita, (Allahumma solliala Sayyidina Muhammad), tak pernah pun ajar kita macam tu. Sekalipun ada perkara yang tidak kita suka, setiap manusia ada kelebihan masing-masing yang menjadi pelengkap kepada kita berganding di dalam kehidupan.


"Sederhana Itu Indah"
"Memaafkan itu Sangat Mulia."
"Kalau tak suka, Jangan Menghina"


Eloklah kita ingat bahawa, jika ada manusia lain yang berdosa, kita juga pernah berdosa. Boleh jadi dosa kita lebih hina daripada orang yang kita hina.


Jangan kita permainkan hati orang lain, sekalipun dalam gurauan. Jika orang lain suka, Insha-Allah tak mengapa. Jika orang lain marah dengan gurauan kita, sebaiknya kita tekan brek dan hentikan sahaja.


Wallahu'alam.


♥ Jaga peribadi, ikut nabi.





Friday, May 20, 2016

Ku Suka.

Teringat puisi lama. Masha-Allah, sedap juga bunyinya.. Hihihi! Maaf, perasan sikit jer...
Raz tulis ni pada tahun 2010. Entah ditujukan kepada siapa. Dah lupa.  Namun, bila membacanya masih terasa itu tulisan jiwa. Semuanya dari Allah. Alhamdulillah. Yang penting Raz masih berdoa. Itu yang mahal, kan?

Allah. Semoga kebaikan bersama kita muslimin dan muslimat semuanya. Ameen, Ya Robbal Alamin.


Ku suka,
Saat kamu lafazkan rasa gembira,
berbau sayang, mewangikan cinta.

Ku suka,
kala kamu jujur berbicara,
bersadur yakin, menyelimut mesra.

Ku suka,
tika kamu menghormati jiwa,
mendengar setia.

Ku suka,
cemburumu bersahaja,
rindumu bergulung makna,
rajukmu layangan cuma.

Ku suka,
Segala tentangmu membuatkan aku
senantiasa berdoa.


Thursday, May 19, 2016

Secebis Pesanan Pagi Untuk Hati

بسم الله الر حمن الر حيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat pagi.
Semoga semua muslimin dan muslimat sentiasa berada di dalam jagaan Allah yang terbaik.  Ameen.
Alhamdulillah untuk sehari lagi yang Allah beri untuk kita nikmati dan untuk kita berbuat baik sehingga keampunan-Nya diberikan kepada kita. Mudah-mudahan.

Selalulah pesan kepada diri, nafas hari ini kita gunakan untuk mengAgongkan kebesaran Tuhan dan memberikan perhatian kepada ibadah dan berkasih-sayang. Kerana apa?
Kerana kasih sayang Allah melebihi kemurkaan-Nya.

Sama- sama kita belajar untuk terus merasa bahagia walaupun tidak difahami. Terus ceria atas buruk sangka manusia untuk apa yang tidak kita lakukan, dan terus kita tersenyum mencari nafas cinta yang baru setelah kejujuran dipersiakan.

Kita hargai apa yang ada.
Kita kasihi yang masih setia.
Kita doakan cinta-Nya dipakaikan di dalam jiwa kita hingga bertemu dengan-Nya.

Syukur Alhamdulillah...kerana Tuhan masih sudi  mendidik kita agar terus teguh kukuh walaupun disimbah kesulitan yang berterusan.

Bissmillahi tawakkal tu alallah. La hawla wala quwwata illabillah.


Wednesday, May 18, 2016

Kita Hanya Mampu Berusaha

بسم الله الر حمن الر حيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Bertahanlah dgn sabar di dalam sabar. Bila kita melakukan kesalahan dan apabila kita ingin menebusnya, banyak pengorbanan yg perlu kita buat.


Masa akan menentukan segalanya. Mungkin itu adalah sebahagian dari kifarah terhadap kesalahan kita. Ikhlaskan hati. Berdoa agar hatinya terbuka untuk memaafkan. Serahkan kepada Allah. Dia Penentu segalanya. Jika masih juga tidak berubah. Tiada hak kita utk memaksa. Kita hanya boleh berusaha.


Sesekali pandanglah kepada kasih-sayang yg tidak pernah bersyarat. Kerana hati yang memiliki kasih sayang seperti itu sedang mencontohi kasih Maha Pengasih Allah.


Kehidupan kita ini mempertemukan kita dengan pelbagai manusia-manusia yang pelbagai karenahnya. Jagalah hati kita dengan jagaan yang terbaik agar tidak kita terjebak di dalam daya penarik syaitan.


Apalah sangat lubang-lubang luka yg masih berparut, andai dibandingkan dgn balasan cinta Allah yg Maha Indah dek kerana sifat memaafkan. Syurga adalah jawapan.

Mudah²an Allah berikan hikmah. Ameen.
Wallahua'lam ♥
heart emotico

Tuesday, May 17, 2016

Rahsia Allah.



بسم الله الر حمن الر حيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

"Rahsia Allah."

Sedikit kesedihan yang kita lalui atau kegembiraan yang kita miliki. Itu rahsia Allah. Berat dan ringan sesuatu hal yang kita tempuhi di dalam hidup ini juga terpanggil sebagai rahsia Allah. Kita tidak mungkin terlepas jauh daripada rahsia-Nya yang Maha luas.

Rezeki, roh, nafas, bertemu, berpisah atau maut juga adalah rahsia Allah. Cinta dan jodoh juga adalah rahsia Allah.

Sesungguhnya hidup orang Islam ini penuh misteri. Misteri dengan rahsia Allah. Segala sudut tentang kita dan alam, adalah rahsia Allah.

Kecantikan rahsia Allah ini hanya dapat difahami oleh satu kelompok kecil iaitu golongan-golongan yang menjalani hidupnya dengan sepenuh KESABARAN. Sabar untuk mencapai satu KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN bahawa segala rahsia Allah ini penuh dengan nikmat jarang tercapai dek akal untuk menilai.

SUBHANALLAH.
ALHAMDULILLAH.
LAILA HA ILLALLAH.
ALLAHUAKHBAR.

Semoga setiap muslimin dan muslimat dijaga sepenuhnya oleh Allah Subhanahuwataala. Ameen.


Monday, April 4, 2016

Kalau Sayang, Kamu Doakan.. ♥

Sebuah kisah yang saya kutip dari halaman seorang sahabat sebagai pedoman untuk diri saya sendiri dan juga untuk sama-sama kita bermuhasabah. Moga yang menyampaikan mendapat rahmah dan keberkatan daripada Allah. Ameen. Kita ambil iktibar.

SIAPAKAH SAHABAT SEBENARMU?

Pada zaman Rasulullahﷺ ,   ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai pengembala kambing. Pada suatu hari, sahabatnya yang pertama bertanya kepada sahabatnya yang kedua..

"Apakah benar engkau sahabatku yang sebenar benar sahabat??
maka sahabatnya yang kedua menjawab "Bukankah kita telah bersama semenjak masih kecil, dan membesar bersama-sama? Aku tidak pernah mengkhianati dirimu, apa lagi yang mampu aku jadikan bukti bahawa aku benar-benar sahabat mu??


Sahabat yang pertama tadi membentak "Sesungguhnya kamu lah manusia paling pendusta"
Sahabatnya kedua tadi kehairanan dan bertanya apakah kesalahannya sehingga sahabatnya itu melayannya seperti itu.

Sahabat pertama tadi menjawab."Pulanglah kau ke rumah, carilah jawapannya, dan esok datanglah kau berjumpa aku."

Seharian sahabat kedua tadi mencari punca dia dimarahi oleh sahabatnya. Sedangkan sahabatnya itu tidak pernah berkelakuan seperti itu sebelum ini.. Keesokan harinya, pergilah dia bertemu dengan sahabatnya itu.

"Wahai sahabat, puas sudah aku mencari jawapan untuk soalan mu...,tapi tidak juga kutemui.." katanya sambil menangis."Katakanlah wahai sahabat..apa kesalahanku??
Sahabat yang pertama merenung wajah sahabat kedua.

"Pernahkah kau mengingatkan aku supaya mengucapkan dua kalimah syahadah, atau berselawat keatas junjungan ketika kita berehat dari lelah bekerja dan bersembang kosong??" Sahabatnya tunduk, jujur menggeleng.

"Pernahkah kau mengingatkan aku supaya segera solat dan kebaikan segera bersolat setiap kali azan dikumandangkan??


Sahabatnya menggelengkan kepala. "Pernahkah kau menasihatkan aku supaya berpuasa setiap hari pada bulan ramadhan??

Sahabatnya menggeleng lagi.
"Pernah juga kah kau mengingatkan aku mengenai tanggungjawab ku supaya berzakat??
sahabatnya menggeleng lagi seraya menangis. Namun sahabat pertama tadi meneruskan soalannya.

"Dan soalan ku yang terakhir, "Pernahkah kau mengajak aku menunaikan haji setiap kali kita dikurniakan lebihan rezeki?

Sahabat kedua mendiamkan diri sambil menengis teresak esak.
"Tidak pernah bukan?? Maka tidak layaklah engkau bergelar sahabat padaku.engkau tidak pernah membantu aku melarikan diri dari neraka jahanam. pergilah kau...mulai hari ini kita bukan lagi sahabat.

Melalui kisah di atas, sama-samalah kita renungi kembali diri kita. Adakah kita layak digelar sebagai seorang sahabat walaupun mempunyai akidah yang sama?Walaupun kita sentiasa bersama-sama? walaupun kita katakan kita faham segala sikap dan tingkah laku sahabat kita?

Doakan agar kita menjadi antara sahabat-sahabat yang boleh sama-sama berganding menuju ke syurga. 

Astaghfirullahal'adziem... Ya Allah.