Salam kasih Kerana Allah

Salam kasih Kerana Allah
Assalamualaikum wbt - Sekadar Berkongsi Ilham dan Pengalaman

Tuesday, April 28, 2009

Betapa Lalainya Kita Selama ini..





Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamulaikum dan salam ukhwah wahai semua hamba Allah. Baik sahabat, baik musuh kita semua hamba Allah. Doakanlah diri kita ini selalu di bawah petunjuk-Nya, Yang Maha Cantik, Maha Bijaksana, Maha Penyayang, Maha Gagah, Maha Megah. Kita tidak sedikitpun berupaya menandingi segala 'Maha'-Nya. Justeru, doakan kita supaya tidak sombong dengan apa jua pemberian-Nya.

Entah mengapa tiba-tiba saya terfikir tentang ajal. Rasa saya pasti semua dari kita sesekali tercelah di akal tentang mati seperti yang saya rasa sekarang ini kan? Cuma, berbeza pengambilan ilmiah akal dan jiwa. Maksud saya, ada yang berkata, "Ahhh, aku muda lagi..buatpa fikir mati?".. atau "Nak fikir buat apa?Kalau mati, matilah!".. atau.."Isk, awat pikiaq lagu tu?, tak baik tau.." dan macam-macam lagi.
Apa yang saya fikir pula?-GERUN!
Itu yang terlintas dihati dan akal saya. Adooii.. jika ajalku tiba-tiba datang, tak sempat itu dan tak sempat ini.Macam lagu apa tu..? Yang selalu diiramakan di corong radio.."Andaiku tahu, kapan tiba ajalku.." Ya betul! Kalau dah tiba ajal memang kita dikafankan.. Ha!Ha!Ha! Maaf, saya bergurau pula. Sekadar untuk menyerikan hati yang gerun ini.

Berbalik terhadap kegerunan saya tadi. Kenapa? Perasaan ini timbul kerana saya takut tempat saya 'di sana' nanti bukan seperti yang saya harapkan. Selama usia yang Allah beri kepada saya hingga ke hari ini, sekelumit benar kebaikkan yang saya buat. Bakti saya terhadap agama-Nya, sesama saudara, keluarga dan diri sendiri belum layak ditekan darab dikalkulator. Hanya layak dikira dengan jari jemari sahaja. Astaghfirullahalazim.. Sedihnya hati ini mengenangkan azab yang mungkin saya terima nanti. Saya tahu bukanlah hak saya untuk menentukan di mana Allah akan letakkan saya, tetapi yalah kan?.. Kita sendiri boleh menilai apa yang kita amalkan setiap hari di dalam hidup kita. Siapa diri kita sebenarnya, kita yang tahu. Dan Allah lebih Tahu lagi.

Apa yang kita buat?
Apa yang kita jadi?
Apa yang kita kejar?
Apa yang kita dapat?

Pernahkah soalan-soalan itu timbul pada anda juga? Selama hidup kita sekarang, betulkah kita percaya pada kuasa Allah s.w.t? Apakah sedang mengamalkan kehendak Allah atau kehendak hati kita sendiri?

Apabila saya memejamkan mata seketika, membayangkan diri saya diselubungi kain putih. Wajah saya yang pucat sejuk tanpa solekan dengan haruman kemenyan, tidak lagi haruman mahal buatan luar negara. Muzik yang mengiringi saya cuma alunan ayat suci kitabullah, bukan lagi lagi lagu Salem yang mendayu atau Siti Nurhaliza yang suaranya seperti buluh perindu, bukan juga lagu Yasin, tetapi ada bacaan Yaasin.

Kalau dulu sahabat datang bersembang-sembang, tika itu bertandang dengan diam melihat saya yang kaku membisu. Tiada lagi suara lunak gemersik cuma mungkin ada yang berbisik , "Dia mati, sakit apa ya?, bila ya?.." Tidak ada gosip hebat yang perlu diperdebat.

Sedangkan saya waktu itu? Tinggallah dunia, tinggallah keluargaku, tinggallah hartaku, sahabatku...! Wah! Gerun betul bila difikirkan. Semua yang kita cinta dan sayang, kita tinggalkan. Apa yang kita bawa bersama kita ya? Sama-samalah kita fikirkan tentang itu selalu. Mudah-mudahan kita tidak akan lupa bahawa kita tidak ada kuasa untuk mengikat atau memegang waktu, jam, saat, minit yang kita ada.

Kata bijaksana, sahabat yang baik itu adalah sahabat yang selalu mengingatkan sahabatnya yang lain akan mati. Maaflah, saya bukanlah sahabat yang baik tetapi saya ingin terus berusaha menjadi baik bersama-sama.

Disini saya bekalkan sedikit tulisan Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni yang cantik untuk kita kongsi bersama. Mudah-mudahan kita yang berada di separa sedar akan terus sedar, sebagaimana saya yang sedang berusaha untuk sedarkan diri sendiri. InsyaAllah..

Kata beliau :-

Lalai bermakna rugi. Oleh itu jauhilah kelalaian kerana ia akan menjauhkan anda dari Allah. Kelalaian membuatkan anda meninggalkan solat, berpaling dari Al-Quran, dan enggan menghadiri pengajian dan acara-acara yang bermanfaat buat anda.
Sesungguhnya kelalaian merupakan awal dari kerugian dan kegagalan. Dan lebih dari itu kelalaian membuatkan hati menjadi keras dan gelap. Selepas itu hati seakan-akan buta tentang kebaikan, rela dengan kemungkaran dan tidak mengambil berat tentang agama. Orang yang punya hati seperti itu akan menjadi kaku, mudah bersedih, mengeluh dan terpengaruh. Ini baru merupakan kelalaian ketika di dunia, bagaimana pula nanti di akhirat?

Sebab itu jauhkan dirimu dari sebab-sebab kelalaian itu. Banyakkan zikir kepada Allah, sama dengan bertasbih tahlil, tahmid dan istighfar serta berselawat kepada Rasulullah s.a.w., sama ada berdiri, duduk mahupun berbaring. Dengan begitu, anda akan menemukan kebahagiaan meliputi hati anda. Begitulah pengaruh zikir kepada Allah s.w.t.

"Ketahuilah hanya dengan mengingati Allah, hati akan tenang."- (Surah Ar-Ra'd:28)
JANGAN LEKA DAN JANGAN LALAI.
Jangan berputus asa menunggu pertukaran kesusahan menjadi kemudahan.


Mudah-mudahan kita selalu dan selalu ditunjukki kebenaran dari Allah s.w.t. Amin.
Wallua'lam.

Monday, March 30, 2009

BELAJAR TENTANG MEREKA?




Assalamualaikum dan salam penuh hidayah untuk semua.
Di dalam tulisan terdahulu, saya ada menyebut wanita dan lelaki perlu sama-sama mempelajari tentang fitrah ciptaan sesama mereka. Sedikit petikan yang agak menarik saya selit di sini untuk dikongsi bersama. Samada kenyataan yang disampaikan ini benar atau tidak, mudah-mudahan apa yang baik itu menjadi ilmu dan apa yang buruk menjadi ikhtibar kepada kita untuk sentiasa mengasah keperibadian ke arah kebaikan.
Wallahua'lam.

SOMETHING TO LEARN ABOUT MAN

If a man wants you, nothing can keep him away.
If he doesn't, nothing can make him stay.

Stop making excuses for a man and his behavior..

Allow your intuition (or spirit)to save you from heartache.

Stop trying to change yourself for a relationship that's not meant to be. Slower is better.

Never live your life for a man before you find what makes you truly happy.

If a relationship ends because the man was not treating you as you deserve then heck no, you can't "be friends". A friend wouldn't mistreat a friend. Don't settle..

If you feel like he is stringing you along, then he probably is..

Don't stay because you think "it will get better"

You'll be mad at yourself a year later for staying when things are not better.

The only person you can control in a relationship is you.

Avoid men who've got a bunch of children by a bunch of different women.
He didn't marry them when he got them pregnant, why would he treat you any differently?

Always have your own set of friends separate from his.

Maintain boundaries in how a guy treats you. If something bothers you, speak up.

Never let a man know everything.* He will use it against you later.

You cannot change a man's behavior.* Change comes from within.

Don't EVER make him feel he is more important than you are... Even if he has more education or in a better job.

1. Men like to barbecue. Men will cook if danger is involved.

2. Men who have pierced ears are better prepared for marriage. They've experienced pain and bought jewelry.

3. Marrying a divorced man is ecologically responsible. In a world where there are more women than men, it pays to recycle.

4. Men are very confident people. My husband is so confident that when he watches sports on television, he thinks that if he concentrates he can help his team. If the team is in trouble, he coaches the players from our living room, and if they're really in trouble, I have to get off the phone in case they call him.

5. Men like phones with lots of buttons. It makes them feel important.

6. Men love to be the first to read the newspaper in the morning. Not being the first is upsetting to their psyches.

7. All men are afraid of eyelash curlers. I sleep with one under my pillow, instead of a gun.

8. A good place to meet a man is at the dry cleaner. These men usually have jobs and bathe.

9. All men hate to hear, "We need to talk about our relationship." These seven words strike fear in the heart of even General Schwarzkopf.

10. Men are sensitive in strange ways. If a man has built a fire and the last log does not burn, he will take it personally.

11. Men have an easier time buying bathing suits. Women have two types: depressing and more depressing. Men have two types: nerdy and not nerdy.

12. Men have higher body temperatures than women. If your heating goes out in winter, I recommend sleeping next to a man. Men are like portable heaters that snore.

13. Women take clothing much more seriously than men. I've never seen a man walk into a party and say "Oh, my God, I'm so embarrassed; get me out of here. There's another man wearing a black tuxedo."

14. Most men hate to shop. That's why the men's department is usually on the first floor of a department store, two inches from the door.

15. If a man prepares dinner for you and the salad contains three or more types of lettuce, you should be worried about him.

16. No man is charming all of the time. Even Cary Grant is on record saying he wished he could be Cary Grant.

17. When four or more men get together, they talk about sports.

18. When four or more women get together, they talk about men.

19. Men are less sentimental than women. No man has ever seen the movie "The Way We Were" twice, voluntarily.

20. Most women are introspective: "Am I in love? Am I emotionally and creatively fulfilled?" Most men are outrospective: "Did my team win? How's my car?"

21. If a man says, "I'll call you," and he doesn't, he didn't forget. He didn't lose your number. He didn't die. He just didn't want to call you.

22. Getting rid of a man without hurting his masculinity is a problem. "Get out" and "I never want to see you again" might sound like a challenge. If you want to get rid of a man, I suggest saying, "I love you; I want to marry you; I want to have your children." Sometimes they leave so fast, they leave skid marks.

23. Men are self confident because they grow up identifying with super heroes. Women have bad self images because they grow up identifying with Barbie.

24. Male menopause is a lot more fun than female menopause. With female menopause you gain weight and get hot flashes. With male menopause, you get to date young girls and drive motorcycles.

25. Men forget everything; women remember everything. That's why men need instant replays in sports. They've already forgotten what happened.

Nota: Jangan marah ya, kaum Adam? Semua ini hanya pandangan kasar. Senyum-senyum selalu.

Saturday, March 7, 2009

SEMBILAN PERKARA





Alhamdulillah, saya amat menyukai petikan yang saya salinkan dibawah ini. Saya sampaikan ayat-ayat indah di bawah ini untuk panduan kita bersama. Mudah-mudahan daripadanya kita memperolehi ketenangan jiwa selalu jika kita benar mengamalkannya.
Memang sukar untuk melakukan perkara yang baik, tetapi apa salahnya mencuba. InsyaAllah. Setiap perkara ada hikmahnya. Mungkin hari ini kita perlu menerapkan langkah kita sedikit demi sedikit demi kebaikan, bukan untuk sesiapa.. "UNTUK DIRI SENDIRI JUGA". Siapa lagi yang harus memulakannya???....

Rasulullah s.a.w. bersabda,"Allah telah memerintahkan SEMBILAN (9)perkara:

KITA MESTI......

TAKUT pada Allah zahir dan batin.

BERLAKU adil pada keadaan gembira atau pada keadaan marah. (Manusia apabila suka pada seseorang, maka dia akan lupa pada kesalahannya dan melihat kebaikannya saja dan semasa marah, dia tidak melihat kebaikannya lagi malah akan mencari pula segala keburukan orang itu.Tetapi saya diperintahkan untuk berlaku insaf dan adil pada kedua-dua keadaan itu.)

BERKELAKUAN sederhana semasa dalam keadaan miskin dan juga bila berharta (supaya saya tidak bakhil pada ketika kesempitan dan tidak juga membazir pada ketika berharta. Ataupun tidak teramat merendah diri ketika menghadapi kemiskinan dan tidak bangga diri ketika kaya).

MESTI menjaga hubungan baik dengan sesiapa saja yang hendak memutuskan tali silaturrahim dengan saya.

MESTI berkelakuan baik terhadap sesiapa yang melucutkan saya.

MESTI memaafkan orang yang menzalimi saya (tidak boleh berfikir untuk membalas dendam).

KESENYAPAN saya mestilah dipenuhi dengan fikir akhirat atau dengan tanda-tanda kebesaran Allah. Percakapan saya mestilah menjadi dzikirullah (samada untuk mendakwahkan kebesaran Allah atau bertasbih dan memuji Allah).

PANDANGAN saya mestilah menjadi pandangan pengajaran (yakni apa saja yang saya lihat mesti menjadi pengajaran bagi diri saya).

MESTI menyeru serta menganjur kepada perbuatan-perbuatan baik.

Wallhua'lam.

Thursday, March 5, 2009

Bukan Senang Untuk IKHLAS




IKHLAS- Wajarkah saya berbicara soal ikhlas di sini? Pernahkah kita benar-benar ikhlas untuk setiap yang berlaku di dalam kehidupan kita? Berapa ramaikah orang yang kita temui selama umur kita ini benar-benar ikhlas? Dan dari manakah datangnya ikhlas itu?

Menerima sesuatu dari perbuatan atau tindakkan baik tanpa mengharapkan sedikit pun ganjaran. Lebih kurang begitulah makna keikhlasan itu. Lebih besar nilainya lagi bila disambungkan dengan KERANA ALLAH. Segala tujuan yang baik tanpa ada riak, sungutan , takbur dan mengharapkan sesuatu balasan. Masih adakah lagi ia di dalam diri kita ini?

Saya berbual dengan seorang sahabat karib dicorong telefon bimbit tentang keikhlasan beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah sahabat saya itu selalu mengingatkan saya tentang kebenaran yang tersembunyi disebalik apa sahaja yang berlaku di kehidupan seharian. Kami berkongsi dan bertanya soalan yang sama. Lalu terlintas di hati untuk berkongsi di paparan ini juga. Saya tidak dapat bayangkan di sini betapa beruntungnya saya mempunyai sahabat seperti dia. Moga Allah merahmati dia dengan segala rezeki dan perlindungan-Nya selalu. Berbual dengannya membuatkan hati saya jadi lapang dan mengingatkan saya betapa saya ini hamba yang kerdil dan kecil. Saya dapat rasakan ‘sinar’ yang tidak bersirna padanya. Dia tulus mempercayai saya dan menerima saya seadanya. Allahuakhbar. Sangka saya tidak ada lagi sahabat yang sepertinya. Ada, tapi tidak terjumpa rupanya.

PERSAHABATAN
Cuba kita kira berapa ramaikah sahabat yang kita ada hingga waktu ini dan berapa ramaikah yang seikhlas hati menerima kita sebagai sahabat mereka? Penerimaan yang seadanya. Bantuan yang kita terima daripada mereka. Idea dan ilmu yang kita kongsi bila bermesyuarah bersama. Rezeki kita hulurkan dan sebagainya dalam gantikata pemberian.
Ada tak? Ada tak pernah terlintas di akal kita, “Mudah-mudahan dia akan ingat apa yang aku lakukan untuknya?”. Agaknya apa yang kita akan terfikir disebalik apa yang terlindung dari soalan tadi? Daun keikhlasan yang gugur dari rantingnya lalu berkubur begitu sahaja. Tidak berkesempatan untuk bertunas. Begitu mudah bagi kita untuk menjadi sahabat yang rugi.

CINTA.
Kita sayang lalu juga kita cintakan seseorang. Perhubungan dieratkan dengan memberi inspirasi, teguran, rasa ambil tahu, ambil peduli, pujuk rayu, rindu-rinduan dan cuba memahami pasangan. Sering juga deria-deria jiwa itu mengawal kehidupan pasangan. Oh?!Kawal? Takdalah!!..., itu bukti sayang dan cinta namanya- kata kita. Sejauh manakah keikhlasan kita dalam pertalian itu? Pernahkah kita bertanya si dia, “Awak ni tak ingat saya kah?, asyik saya saja yang call awak.., awak wat derk ja.. Awak tak sayang saya lagi?”.
Misteri bukan? Sekalipun kita mengucapkan keikhlasan, pun begitu tersirat pengharapan agar tabus yang dipalu berbunyi jua.

Cinta isteri kepada suaminya, berapa peratuskah tahap keikhlasan diberi? Andaikata suami itu tidak berkemampuan memenuhi hasrat materialnya, mampukah dia ikhlas menerima kekurangan itu seadanya tanpa meminta-minta yang diluar kemampuan?
Suami cinta kepada isteri, sekiranya semakin hari kedut diwajah isteri tampak menutup kejelitaan isteri yang selama ini dipuja akan kurangkah keikhlasan sang suami itu menerima kekurangan itu?

IBADAH
Apakah yang kita harapkan dari ibadah kita selama hidup ini? Adakah kita memerlukan Ilahi sebagaimana kita memerlukan orang yang kita kasihi? Pernahkah terpacul dilidah kita, “Ya Allah, kenapalah aku diberikan dugaan ini?.” Kemana tujuan ibadah kita waktu itu? Tidakkah kita mengharapkan balasan daripada apa yang didoakan? Ya.. sudah tentu kita semua mengharapkan Allah mengabulkan segala doa dan permintaan kerana Allah juga cinta akan kita yang memohon kehadrat-Nya. Namun jika doa hari ini tidak kesampaian, ikhlaskah kita meredhakan pemberian itu?

Bagaimana ya? Saya tinggalkan soalan-soalan tersebut untuk ditanya pada diri sendiri.
Di mana keikhlasan kita?

Yang pasti, bukan senang untuk menjadi manusia yang ikhlas.

Wallahua’lam.

Wednesday, February 25, 2009

JOM ZIKIR?



Alhamdulillah...Saya kutip pesanan ini untuk ingatan saya dan semua kita muslimin dan muslimat sebagai salah satu ilmu yang perlu kita tahu.Mudah-mudahan kita tidak menzalimi diri, hati dan akal kita dengan melebih-lebihkan sesuatu yang selain dari Allah:-

Otak hanyalah aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi dengan sempurna. Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain.

Semua aktiviti yang kita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas.


Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya satu aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut. Apabila zikir disebut berulang-ulang kali, aktiviti saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik.

Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan. Otak mula memahami perkara baru, melihat dari sudut perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan cergas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil kajian makmal yang dilakukan terhadap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember 1993. satu kajian yang dilakukan di Universiti Washington dan ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar. Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai perkataan benda. Mereka dikehendaki membaca setiap perkataan tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan dengan kata kerja yang berkaitan. Apabila sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bahagian berbeza otak mempamerkan peningkatan aktiviti saraf, termasuk di bahagian depan otak dan korteks.

Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi senarai perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktiviti saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama. Ini sekali gus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan
kecergasan otak dan menambah kemampuannya.

Oleh itu, saudara-saudara ku seIslam, ketika saintis Barat baru menemui mukjizat ini, kita umat terpilih ini telah lama mengamalkannya dan menerima manfaatnya. Malang bagi kita yang masih memandang remeh kepentingan berzikir dan mengabaikannya.

Jom, zikir nak?

Thursday, February 12, 2009

YANG CANTIK ITU..



Pandang cermin. Keronyokkkan kedua-dua belah pipi. Pandang kanan, pusing kiri.
“Adui, awatlah aku tak cantik ya?.”

Tiba-tiba muncul rasa merendah diri. Bukan saya sahaja yang merasakan diri saya ini tidak cantik, malah ibu saya sendiri pernah berkata begitu.

“Cuba senyum sikit bila buat kerja tu? Dahlah tak comey, muncung ja, macam hantu!”

Pernah pada suatu hari ibu saya berkata begitu. Kepalang bingit telinga ini. Merah. Kalau digoreskan mancis pada cuping telinga saya waktu itu, dah menyala dah. Pendek kata begitulah perasaannya.
Kah!Kah!Kah!

Fitrah semula jadi manusia ini selalu memandang pada kecantikan. Bahkan Allah juga mencintai kecantikan dan keindahahan. Islam yang diturunkan Allah juga indah. Keindahannya secocok, sekata dengan fitrah manusia. Malah sifat Allah juga indah lagi cantik, paling sempurna dan Maha Agung. Lihatlah pada lautan biru, langit berbulan dengan kilauan bintang ciptaan-Nya, sungguh indah. MasyaAllah. Semuanya dijadikan kepada kita manusia untuk memikirkannya.

Apa halnya dengan saya yang merasakan diri saya ini tidak cantik pula ya? Begini, ketika itu saya lupa diri. Saya lemah. Saya bodoh.
Inginkan kecantikan dan suka pada kecantikan itu bukanlah satu kesalahan. Cuma kita ini sebenarnya tidak sedar dan lupa bahawa tidak ada wanita itu hodoh, hanya kecantikan yang berbeza. Kalau tidak masakan timbul ungkapan kata “Beauty is in the eye of the beholder”. Tak gitu? Cuba kita perhatikan, kekadang kita melihat ada wanita montel berpasangan dengan lelaki lampai dan kacak. Mata kita membulat hairan. Astaghfirullah, lidah pun membelitkan umpatan, “Isk..isk..tak padanlah, buta perutkah si suami tu?”.
(Dilarang meniru kata-kata itu, sekadar contoh sahaja)

Wanita itu sudah tentunya cantik kerana terhasil dari ciptaan Allah s.w.t juga. Kecantikan itu sebenarnya bukan hanya terletak pada rupa paras dan bentuk fizikal tubuh sahaja. Ada orang melihat cantik pada hidung, ada pula pada mata dan sebagainya. Pendek kata sesetengah dari kita beranggapan kecantikan itu sangat relatif sifatnya. “Lain padang, lain belalang”- citarasa tentang kecantikan itu berbeza mengikut pendapat masing-masing.

Itu semua kecantikan zahiriah dari pandangan mata kita. Jika kecantikan itu hanya terlihat pada wajah, wajah itu lambat laun akan dimamah usia. Bila usia meningkat kedutan-kedutan akan mula muncul, muda cantik tadi akan mula hilang. Apakah ukuran kecantikan yang seperti itu? Ia hanya bersifat sementara. Kita tidak akan berdaya mengubah usia, hanya mungkin dapat menangguhkan proses ketuaan itu sahaja melalui kepakaran kosmetik atau sebagainya. Pasti, selepas itu kita akan tetap melalui usia tua kita.

Dimanakah kecantikan original,hakiki, abadi dan kekal?
Jika mata menilai kecantikan pada rupa. Akal pula menilai kebijaksanaan fikiran. Nafsu menilai pada bentuk tubuh. Hati pula menilai pada akhlak dan budi. Indahnya Islam meminta kita menilai pada kecantikan akhlak seperti kata Rasulullah s.a.w : “Mukmin yang terbaik adalah yang terbaik pada akhlaknya”. Ianya akan kekal melebihi usia.
Malahan kecantikan budi pekerti dan akhlak ini akan disukai segenap lapisan kita manusia.
Ruang lingkup akhlak ini merangkumi banyak tatacaranya. Tidak perlulah lagi kita yang merasakan diri kita ini hodoh apabila tidak dipuji cantik dari luar malu dengan apa yang Allah ciptakan untuk kita. Ini kerana Allah telah menciptakan kita dengan kelebihan-kelebihan yang tertertentu yang tidak kurang sama cantiknya dengan mereka yang merasakan diri mereka cantik. Kita mungkin tidak boleh mengubah wajah kita, tetapi kita boleh mengubah kelakuan, yakni akhlak kita. Dari buruk kepada baik, dari baik kepada yang lebih baik. Itulah kecantikan yang kita perlu pegang.

Berapa ramai ramai orang yang cantik pada mulanya, tetapi bila kita mula bergaul dengannya, dia mula bersikap ego, kasar dan celupar , kita tidak lagi mengkagumi kecantikannya?. Kecantikannya tenggelam dek keburukan pekertinya.

Berapa ramai pula yang kita tidak nampak cantik pada wajahnya, bila kita kita serasi berbual, mendekati sikap sederhananya, lembut tutur kata, semakin hari semakin rasa bertambah menawannya dia. Makin kita sayang dan makin kita suka padanya. Terlindung kekurangannya dek akhlaknya yang baik, kan?.

Pun begitu alangkah hebatnya lagi sekiranya mereka yang cantik itu, beriringan dengan akhlak yang baik. Satu bonus yang hebat. Alhamdulillah. Bersyukurlah dan peliharalah dan gunakanlah ia sebaik mungkin.

Justeru, wahai hati, baik-baiklah…jangan resah jika dikata tidak cantik kerana penilaian Allah itu Maha Adil dan Saksama. Kita semua sama hebat, sama cantik. Carilah keimanan agar kita berlebih cantik di sisi Ilahi. Saya juga mendoakan yang sama pada diri saya. Mudah-mudahan kita semua mendapat kecantikan dunia dan akhirat. Amin.

Saturday, February 7, 2009

GELISAH



Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji-pujian bagi-Mu, Ya Allah, Tuhan Sekelian Alam.

Sebenarnya fikiran saya buntu dan kematu hari ini. Hah! Negatif. Mungkin anda semua pernah rasa dan faham erti kebuntuan itu apabila anda melaluinya pada saat-saat tertentu. Kita rasa macam tidak tahu apa yang kita perlu buat dan di mana kita harus mulakan, betul tak? Sesekali atau dua kali, atau tiga kali akan terasa seperti kekosongan yang teramat. Malah, tiba-tiba sahaja semangat kita seolah dicuri dan dibawa lari oleh sesuatu. Timbul perkataan 'bosan' dilidah. Jiwa diselang-selikan dengan perasaan yang tidak ada tujuan dan tidak keruan. Akal mulai sempit dengan soalan-soalan yang tidak terjawab. Di suatu sudut di dalam dada kita terasa ketat dan kesal akan sesuatu. Hanya kita dan Allah yang tahu apakah itu? Malahan juga acapkali kita sendiri tidak mengerti dari mana datangnya pergolakkan rohaniah ini.

Astaghfirullahalazim.. Dasyatnya tikaman syaitan terhadap kehidupan kita. Tengok? Bukan senang untuk menyembunyikan diri dari usikkan syaitan. Serangan makhluk ini selalunya bermula dengan tapak yang kita sangka betul arahnya, perlahan-lahan menyerong dan meyerong. Nauzubillah. Matlamat asal kita tiba-tiba kabur dek gangguan dan bisikkan mereka.



"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." -Surah az-Zumar:10

Bersabarlah wahai hati. Jangan terlalu banyak mengeluh dan gelisah kerana itu menjadikan kita bersifat lemah, tidak bermaya dan malas. Kata cendekiawan,yang paling buruk adalah sentiasa merasa gelisah dan takut. Benarlah itu.

Ketakutan dan gelisah itulah yang sering membuatkan kita gagal mengawal kebanyakkan emosi kita.
Saya dengan rasa jahil dan rendah diri mahu berkongsi pengalaman saya sendiri mengenai dua perasaan ini. Biasanya orang Kedah panggil "Gabra". Saya lebelkan ia "Gabra" sebab sebutannya agak hangat di pasaran masa kini. Senyumlah. Sesekali bergurau apalah salahnya.

Suatu ketika saya pernah melalui ketakutan dan kegelisahan yang teramat sangat. Gabra yang tidak dapat dilakarkan dengan kata-kata. Tafsirannya pendek kata beginilah : Sewaktu hati masih sayang, sebulat rasa tulus dan ikhlas dicurahkan dan selautan perhatian serta tumpuan tersalur di situ tiba-tiba dikejutkan dengan kehilangan yang besar. Apa yang berlaku pada diri saya waktu itu ibarat kata seperti berkecai roh dari tubuh setika waktu. Jantung saya berdegup tidak lagi mengikut rentak. Peluh di badan mencurah tanpa melakukan aktiviti lasak. Minda saya berkocak namun fungsinya entah di mana. Tumpuan saya hilang. Tubuh menjadi goyah dan lemah. Keyakinan diri gugur. Soal iman usah dibicarakan lagi, yang tipis semakin melayang. Campuran rasa yang beraduk. Campuran rojak memang enak tetapi kalau campuran perasaan, memang senak!

Lalu berdiskusilah saya dengan perasaan sendiri. Yalah, ingin berkongsi tetapi takut dikatakan membuka pekong di dada. Ingin juga memohon nasihat, gentar dilihat sebagai insan yang tidak kuat. Akhirnya, Alhamdulillah saya memilih menceritakan hal ini dengan Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Yang Terhebat! Untuk melawan perasaan gabra bukanlah sesuatu yang mudah seperti mengeluarkan kata-kata. Ia memerlukan sepenuh kekuatan, keupayaan dan keinginan. Allahuakhbar. Apapun dugaan yang berlaku dalam hidup, apabila kita balik kepada Allah, pasti segalanya akan jadi baik-baik belaka. Kerana setiap yang tidak baik yang berlaku pada diri kita sebenarnya adalah satu kebaikan yang terlindung. Indahnya Islam. Baik atau buruk sesuatu, umatnya disuruh bersabar dan berikhtiar melaluinya.

Apabila kita tauhidkan diri kita kepada Allah, sesusah mana kehidupan ini ada nikmatnya. Apabila kita merasai akan kenikmatannya, percayalah hati kita akan berkata, "Ya Allah, seandainya dugaan ini sentiasa mengingatkan aku pada-Mu, dugalah aku selalu."

Itulah rahsia gabra, resah atau gelisah pada kita melalui pandangan saya. Selebihnya hanya Allah yang Tahu.

Waahua'lam.

Ditulis oleh: ~Raz.R~